Latest Posts

Kamis, 19 November 2015

Hollow Earth Theory: Bumi Berongga, Ada Peradaban di Dalam Perut Bumi. Benarkah “Dunia Bawah” Nyata?

Benarkah planet Bumi bukan merupakan bola padat tetapi kosong dan memiliki Dunia Bawah Tanah” (Hollow Earth), dunia dengan peradaban maju yang disebut Agartha?
Anggap saja penulis sains fiksi ini telah berhasil men-doktrin pengikut NAZI, pengikut Rosicrucian, bahkan banyak orang-orang saat ini meyakini adanya dunia bawah tanah. Jules Verne, Edgar Rice Borrough, William Reed, dan sejumlah penulis lain telah membuat karya mereka (novel) berkembang menjadi suatu keyakinan tentang Dunia Bawah.
Kemudian, ada orang-orang yang mengaku telah mengunjungi bagian dalam planet kita. ‘The Smoky God‘, salah satu karya Olaf Janson yang juga berdasarkan pemikiran tersebut. Dan anehnya, banyak pula ilmuwan dan pemikir bahwa karya tulis mereka didasarkan pada kenyataan yang benar.
Kali ini, Cutpen akan membahas SciFi mereka, sejauh mana Dennis Crenshaw (penulis buku ‘THE SECRETS OF DELLSCHAU: The Sonora Aero Club and the Airships of the 1800s, A True Story) mengungkapkan kegiatan mereka yang berhasil men-doktrin banyak orang dimasa perang dunia, atau anggap saja ini teori konspirasi ‘negara besar’ menjelang perang dingin.
Teori Bumi Berongga Memperkenalkan Dunia Bawah
Teori Bumi Berongga (Hollow Earth theory) menyatakan bahwa Bumi bukan merupakan bola padat tetapi kosong dan memiliki ‘lubang’ (pintu) di kutub. Lebih dari itu, dinyatakan bahwa di dalam Bumi terdapat peradaban maju yang disebut Agartha.
Mereka, termasuk para guru spiritual, dan teknologi canggih UFO terkadang masuk ke dalam dunia itu melalui ‘pintu’ di kutub.
hollow-earth-aliensDi Abad ke-17, astronom Inggris (Edmund Halley) menyatakan bahwa bumi terdiri dari empat bola konsentris dan bagian dalam bumi berpenghuni, ada kehidupan yang diterangi atmosfer bercahaya.
Edmund berpendapat bahwa aurora borealis atau cahaya yang sering muncul di kutub utara, disebabkan oleh gas yang keluar melalui kerak tipis di wilayah kutub bumi.
Awal abad ke-19, seorang veteran perang tahun 1812 (John Symmes, meninggal 1829) memperkenalkan ide konsentris sudut interior yang sangat luas, pintu (lubang) yang disebut-sebut dalam dunia bawah bernama ‘Symmes Hole’.
hollow-pole-2Di Hamilton-Ohio, anak Jhon mendirikan monumen dengan model batu bumi berongga untuk memperingati ayahnya dalam sebuah ekspedisi ke Kutub Utara untuk menemukan pintu masuk ke dunia bawah tanah.
Martin Gardner pernah menulis bahwa ‘Penerbangan Byrd diatas Kutub Utara menghadapi rintangan maut menuju lubang Symmes’.
Keyakinan aneh tampaknya didasarkan pada fakta bahwa Byrd menyebut Antartika sebagai ‘The Land of Mystery Everlasting’ dan dia pernah menulis:
‘Saya ingin melihat negeri diluar Kutub (Utara), daerah luar kutub merupakan pusat yang tidak diketahui’.
Edgar Allan Poe menulis kisah bumi berongga dalam novelnya ‘The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket’ (1838), Jules Verne juga menulis novel ‘Journey to the Center of the Earth’ (1864), dan Edgar Rice Burroughs menulis novel dengan cerita yang sama (1875-1950).
Cyrus Reed Teed seorang alkemis herbalis dan memperkenalkan dirinya pada tahun 1869. Dia memiliki visi tentang seorang wanita yang mengatakan bahwa mereka hidup di dunia bawah, bumi berongga. Selama hampir 40 tahun, Teed memperkenalkan idenya melalui pamflet dan pidato. Dia bahkan mendirikan sekte yang disebut Koreshans (bahasa Ibrani yang artinya Cyrus).
Humans Nephilim Reptilians Hollow EarthWilliam Reed menerbitkan ‘The Phantom of the Poles‘ tahun 1906, di mana dia mengklaim bahwa tak ada yang menemukan kutub utara atau selatan karena mereka tidak ada, kutub adalah pintu masuk dunia bawah, bumi berongga.
Marshall B. Gardner menerbitkan ‘Journey to the Earth’s Interior’ tahun 1913, di mana dirinya menolak gagasan konsentris sudut tapi bersumpah bahwa di dalam bumi berongga terdapat ‘matahari’ ber-diameter 600 mil. Gardner juga mengklaim bahwa terdapat lubang besar selebar 1000 mil di kutub.
Byrd terbang ke Kutub Utara tahun 1926 dan ke Kutub Selatan pada tahun 1929, tetapi ia tidak melihat pintu masuk ke dunia bawah.
Tidak ada bukti yang menunjukkan kebenaran fakta ini atau hanya sekedar meunjukkan bahwa Bumi berongga, foto-foto satelit tidak menunjukkan adanya lubang di kutub. Mereka meyakini bahwa ada konspirasi pemerintah untuk menutupi kebenaran.
hollow earth theory 02Tahun 1940, Ray Palmer salah satu pendiri FATE (Flying Saucers from Other Worlds) mencari “Dunia Bawah” dan banyak mempublikasikan penemuan lainnya yang bekerja sama dengan Richard Shaver untuk menciptakan ‘Shaver Mystery’ (seorang dari bumi berongga sebagai tamu peradaban maju).
Shaver bahkan mengaku hidup bersama mereka. Menurut Richard Toronto, FBI menuding Palmer dan Shaver yang membuat ‘Flying Saucer Hysteria’, mereka para pendiri Ufologi modern.
Keyakinan pada dunia bawah juga diyakini oleh beberapa pengikut Nazi Jerman. Legenda mengatakan bahwa Hitler dan penasihat utamanya lolos dihari-hari terakhir ‘The Third Reich’, lari melalui lubang di Kutub.
Pada tahun 1964, Raymond W. Bernard seorang esotericist dan pemimpin Rosicrucian menerbitkan ‘The Hollow Earth – The Greatest Geographical Discovery in History Made by Admiral Richard E. Byrd in the Mysterious Land Beyond the Poles – The True Origin of the Flying Saucers‘.
hollow-pole-1Bernard juga menulis ‘Flying Saucers’ dari negeri Bumi berongga. Nama aslinya adalah Walter Siegmeister, disertasi doktor-nya berjudul ‘Theory and Practice of Dr. Rudolf Steiner’s Pedagogy‘ (New York University, 1932). Bernard mengaku sudah berhubungan secara mistik di ashram rahasia dan berhubungan dengan Grand Lamas di Tibet, dengan kata lain dirinya seperti ‘Gurdjieff’ (sosok mistis dari India).
Dr. Bernard meninggal karena pneumonia (10 September 1965) ketika mencari lubang menuju bumi berongga di Amerika Selatan. Gagasan Bernard mungkin bisa diterima dalam legenda yang berhubungan dengan Gagasan Bumi Berongga, termasuk gagasan bahwa orang Eskimo berasal dari dunia bawah dan berdiam di dalam peradaban Agartha yang sangat maju. Bernard bahkan menyatakan bahwa Shaver mengetahui rahasia relativitas sebelum Einstein yang diperoleh dari orang-orang “Bumi Berongga”.
Misteri Dunia Bawah Menurut Dennis Crenshaw
Kutub Magnetik tidak menetap, tetapi terus-menerus berpindah mengeksekusi jalur yang tidak jelas dan tampaknya membentuk lingkaran dalam periode ratusan tahun. Selain pergerakan berkelanjutan beberapa mil setahun, ada osilasi harian yang lebih rendah.
Dalam gravitasi, bukan posisi geometris yang diperhitungkan. ‘Pusat’ dalam arti kata geometris tidak berlaku. Massa yang menarik, jika massa berada di shell (permukaan bumi) yang tebal, maka shell yang yang akan menarik, dan bukan titik geometris yang tidak berada di shell karena letaknya sejauh 2900 mil dari massa itu.
Geometris merupakan perkiraan jarak antara matahari dan permukaan bagian dalam bumi. Fakta ini terlihat pada pemerataan gaya gravitasi di semua permukaan bumi. Jika bagian tengah dinding bumi adalah pusat gravitasi, maka gravitasi bumi terbesar berada di kutub. Sekitar setengah di seluruh kurva, memasuki introit bumi sesuai dengan hukum alam semesta.
Gardner setuju dengan pendapat Reed bahwa kutub magnet sebenarnya akan membentuk lingkaran di sekitar ujung tiang magnetik (titik pusat kutub), ‘cincin’ permanen yang diduga sebagai pintu masuk ke dunia bawah.
Pada tanggal 19 Juli 1947, sekelompok ilmuwan meninggalkan Ottawa-Kanada dengan pesawat dalam misi menemukan posisi magnetik Kutub Utara yang tepat.
Mereka membawa peralatan baru yang diharapkan dapat membantu mengambil Soundings Magnetic dan pembentukan medan magnet utara.
Pada tanggal 17 Agustus 1947 New York Times memberitakan tentang pergeseran kutub yang dikonfirmasi para ilmuwan Kanada, kutub bergeser 200 mil ke Utara.
US Air Force ikut meluncurkan penelitian yang dirilis The New York Times Senin, 20 Oktober 1947. ‘All Arctic Is Open To The Air Force; 2 New Poles Found. Tests show 3 Magnetic Poles Instead of 1, With Center on Prince Wales Island by Anthony Leviero’
Angkatan Udara mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan dua kutub magnet baru selain mengoreksi posisi yang diakui dalam ilmu pengetahuan, tiga kutub merupakan suatu medan magnet berbentuk elips.
Lokasi yang tepat dalam lintang dan bujur dari penemuan-penemuan penting di kutub magnet Bumi dirahasiakan untuk alasan keamanan.
Kemudian dalam editorial ilmiah ‘The New York Times’ yang diterbitkan pada 21 Oktober 1947 menyebutkan bahwa penelitian militer di daerah kutub tiba-tiba memberikan informasi baru tentang daya tarik bumi.
Pengamat dari Royal Air Force menemukan bahwa Kutub Magnetic Utara terletak 300 mil utara-barat laut dari posisinya. Temuan ini tidak hanya telah dikonfirmasi oleh pilot Angkatan Darat Amerika, namun telah dilengkapi dengan informasi ada tiga kutub magnet di wilayah 450 mil dengan lebar hampir 200 mil.
hollow-earth small
Kontroversi Dunia Bawah
Jules Verne, Edgar Rice Borrough, dan sejumlah penulis lain telah membuat karya mereka (novel) berkembang menjadi suatu keyakinan tentang Dunia Bawah. Kemudian, ada orang-orang yang mengaku telah mengunjungi bagian dalam planet kita. ‘The Smoky God’, salah satu karya Olaf Janson yang juga berdasarkan pemikiran tersebut.
‘Pemerintah tidak akan mengatakan apa yang mereka ketahui tentang UFO, pasti akan menjaga secara rahasia’ (Ray Palmer).
Peneliti tertentu bersumpah bahwa bumi berbentuk seperti “donat raksasa” dan bahwa lubang di kutub menyediakan sebuah pintu masuk ke dunia bawah. Sedangkan kelompok lain menyatakan bahwa pintu masuk ke dunia bawah dapat ditempuh melalui sebuah gua dan menemukan terowongan bawah tanah.
Sebagian besar orang yang mengaku telah mengunjungi dunia bawah dan tiba di sana melalui tambang tua, gua, terowongan bawah tanah, dan perjalanan melalui gunung berapi. Ada bukti yang mendukung semua teori ini, bukti yang juga mendukung kemungkinan adanya pintu masuk tersembunyi ke tempat lainnya, seperti Segitiga Bermuda dan daerah aneh lainnya di seluruh “Dunia Bawah”.

Rabu, 18 November 2015

Teori konspirasi terkenal dunia yang menyangkut luar angkasa

Seperti kita tahu, masih banyak sekali misteri yang menghinggapi dunia eksplorasi ruang angkasa.Seperti pertanyaan apakah ada spesies cerdas yang tinggal jauh melewati tata surya kita? Apakah lubang cacing (wormhole) bisa membuat suatu perjalanan yang lebih cepat dari cahaya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini masih misteri dan menanti kita temukan di ruang angkasa. Tetapi beberapa orang percaya bahwa kelompok-kelompok individu tertentu sudah tahu rahasia tentang ruang angkasa dimana yang lain belum. Di sini kita memasuki wilayah yang disebut teori konspirasi.

Dan berikut ini beberapa teori konspirasi terkenal dunia yang menyangkut luar angkasa

1. Manusia Pertama Di Luar Angkasa


http://astronesia.blogspot.com/
Buku-buku sejarah mengatakan bahwa Yuri Gagarin adalah manusia pertama di ruang angkasa,tapi.... apa iya?
Selama tahun 1960, Uni Soviet dan Amerika Serikat berlomba untuk menjadi pemimpin dunia dalam hal eksplorasi ruang angkasa. Pemenangnya akan dapat mengklaim bahwa teknologi mereka lebih unggul dari saingannya tersebut.Uni Sovyet langsung beraksi,pada tahun 1957, ia meluncurkan Sputnik, satelit pertama buatan manusia. Pada tahun 1961, Uni Soviet memberikan pukulan telak pada lembaga antariksa AS saat kosmonot Yuri Gagarin menjadi manusia pertama di luar angkasa.Tapi menurut Judica-Cordiglia bersaudara dari Italia,Gagarin bukanlah manusia pertama keluar angkasa.

Kedua bersaudara ini mendirikan sebuah stasiun radio di Italia untuk mencegat transmisi komunikasi antara stasiun pengontrol darat dan pesawat ruang angkasa untuk kedua misi Amerika dan Soviet.Satu minggu sebelum kesuksesan penerbangan Gagarin, kedua bersaudara tersebut mengaku telah mendeteksi dan merekam transmisi radio dari seorang kosmonot yang perlahan-lahan sekarat saat dia terapung-apung di ruang angkasa. Uni Soviet membantah klaim dua saudara ini.Para pendukung teori ini percaya bahwa pemerintah Soviet menyembunyikan kematian kosmonot ini untuk menjaga reputasi negara Uni Sovyet sebagai pemimpin dalam eksplorasi ruang angkasa.Kebenaran tetap menjadi misteri sampai saat ini,meskipun rekaman tersebut tersedia secara online di sini >> Rekaman suara kosmonot yang sekarat (kepanasan karena terbakar saat memasuki orbit Bumi)

2. Illuminati Dan Majestic 12

http://astronesia.blogspot.com/
Harry S. Truman dan direktur NASA James Webb yang diduga sebagai bagian dari instansi pemerintah rahasia yang disebut Majestic-12
Lembaga rahasia milik pemerintah selalu menjadi pokok teori konspirasi.Menurut William L. Moore, seorang "ufologist," Majestic-12 adalah nama kode untuk sebuah departemen rahasia pemerintah yang dipimpin oleh Presiden AS Harry Truman.Tujuan dari departemen ini adalah untuk berurusan dengan makhluk luar angkasa [sumber: CSI]. Skeptis mengatakan bahwa dokumen-dokumen Moore digunakannya untuk mendukung klaim-Nya adalah palsu dan departemen seperti itu tidak ada.

Menurut dugaan, Illuminati adalah organisasi rahasia lain yang memiliki hubungan dengan antariksa.Beberapa orang mengklaim bahwa Illuminati adalah keturunan dari serikat antara manusia dan ras reptil luar angkasa.Menurut teori ini, keturunan hibrida ini telah menyusup ke pemerintahan tingkat tertinggi di negara seluruh dunia yang tujuannya agar illuminati mendominasi dunia ini dengan mudah dan menyiapkan bumi untuk kolonisasi makhluk luar angkasa.Skeptis mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung keberadaan Illuminati, tapi teori konspirasi mengatakan bahwa kurangnya bukti tersebut membuktikan bahwa kelompok ini benar-benar ada.Orang-orang yang percaya mengatakan Illuminati begitu efektif dan cerdas,sehingga kelompok tersebut telah menghapus hampir semua bukti keberadaannya.

3. Area 51 Dan Man In Black (MIB)

http://astronesia.blogspot.com/

Jika ada diskusi yangmembahas tentang teori konspirasi luar angkasa,tak lengkap rasanya tanpa membahas insiden Roswell.Pada bulan Juli tahun 1947, peternak Mac Brazel menemukan beberapa puing aneh di daerah barat laut dari Roswell.Brazel tidak bisa mengidentifikasi puing-puing itu, dan sebuah pangkalan militer terdekat merilis informasi yang sangat bertentangan tentang asal puing itu.Beberapa koran lokal mengangkat cerita ini.Beberapa tahun berlalu sebelum teori pertama tentang aktivitas alien benar-benar terangkat. Pada saat itu, puluhan penggemar UFO menerbitkan cerita dan buku-buku tentang insiden Roswell.Teori dasarnya adalah puing-puing tersebut berasal dari pesawat ruang angkasa alien dan pemerintah Amerika Serikat menyita material itu untuk diselidiki lebih lanjut.

Menurut beberapa teori, pemerintah AS membawa puing-puing itu ke pangkalan Angkatan Udara di Roswell.Yang lain mengatakan bahwa mereka membawanya ke Area 51, pangkalan militer rahasia di Nevada  yang merupakan tempat pengujian pesawat rahasia milik AS.Di tempat ini,ada cerita yang beredar bahwa pemerintah AS mengotopsi jasad alien yang mati.Beberapa orang menyatakan bahwa siapa pun yang mencoba untuk mengungkap rahasia pemerintah tentang alien akan menerima kunjungan dari sekelompok orang yang akan mengintimidasi anda yang menggunakan setelan serba hitam yang disebut Men In Black (MIB).Pemerintah AS berulang kali membantah memiliki informasi tentang makhluk luar angkasa, tetapi banyak teori yang menepis jawaban pemerintah.Secara resmi, Angkatan Udara mengatakan bahwa puing-puing yang ditemukan di Roswell berasal dari balon surveilans yang jatuh yang merupakan bagian dari proyek rahasia yang disebut Project Mogul dan pemerintah tidak memiliki informasi mengenai bentuk kehidupan asing
4. Planet X


http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi Tata Surya
Apakah tata surya kita memiliki 1 lagi planet raksasa yang tidak disebutkan namanya? Jawabannya adalah YA,tapi itu menurut teori konspirasi Planet X. Teori ini mengatakan bahwa tata surya kita memiliki planet-10 (jika Anda menghitung Pluto sebagai planet, jika tidak,berarti planet ini nomor 9).Planet ini katanya sangat besar dan memiliki orbit yang akan membawanya berada sangat dekat dengan Bumi.Para pendukung teori ini menyebutkan bahwa data cuaca dan aktivitas gempa adalah bukti dari pengaruh planet ini.Mereka juga mengklaim bahwa pemerintah memaksa observatorium untuk menutup mata dan merahasiakan planet ini agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.Beberapa astronom mengatakan bahwa tidak ada bukti untuk teori Planet X, dan jika planet ini memang ada, manusia akan bisa melihatnya meskipun tanpa menggunakan teleskop.

Dan jika planet ini hanya bisa dilihat menggunakan teleskop,pasti sudah lama ditemukan oleh astronom amatir.Mengingat saat ini sudah banyak astronom amatir di seluruh dunia.

5. Basis Rahasia Di Bulan

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi
Bulan kita juga tidak lepas dari beberapa teori konspirasi.Salah satu teori tersebut mengatakan bahwa tidak hanya kita (manusia) pernah ke bulan, tapi seseorang (alien atau apa) telah membangun basis yang berfungsi penuh di sisi jauh bulan (far side/dark side).

Bulan terkunci di orbit Bumi. Itu berarti rotasi bulan melambat selama jutaan tahun ke titik di mana sisi yang sama sehingga bulan selalu menghadapi planet kita. Ini disebut penguncian pasang surut, dan itu berarti bahwa setiap kali Anda melihat bulan,Anda selalu akan melihat fitur yang sama.Daerah sisi belakang disebut sisi jauh bulan - kadang-kadang keliru sehingga disebut sisi gelap bulan.

Jika basis ini berada di sisi jauh bulan,berarti dia aman dari jangkauan mata manusia. Tapi siapa yang bisa membangun hal seperti itu? Teori-teori mendalilkan bahwa NAZI,Amerika hingga alien yang membangun basis ini.Kita pasti sudah melihat sisi jauh bulan beberapa kali - banyak dari misi Apollo melewati sisi lain bulan dan mengambil foto-foto menakjubkan. Tapi gambar dan video saat melintas di daerah ini tidak menunjukkan tanda-tanda basis rahasia di bulan.

6. Penembakan Satelit Mata-mata USA 193

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi peluncuran satelit
Pada 14 Desember 2006, Vandenberg Air Force Base meluncurkan sebuah roket yang membawa satelit yang disebut USA 193. Satelit tersebut adalah bagian dari program intelijen National Reconnaissance Office (NRO) atau satelit mata-mata. Satelit kesulitan memelihara orbitnya, dan pada akhir 2007, Angkatan Udara memutuskan bahwa ia akan segera jatuh ke bumi. Pemerintah AS mengumumkan pada Januari 2008 bahwa mereka akan menembak jatuh satelit itu dengan rudal.

Mengapa menembak jatuh satelit? Pemerintah mengatakan bahwa tangki bahan bakar satelit mengandung hidrazin, yang beracun. Jika tangki bahan bakar selamat saat masuk ke Bumi dan mendarat di daerah penduduk,itu bisa sangat berbahaya.Pada tanggal 20 Februari 2008, AS menembakkan rudal dan memukul jatuh satelit USA 193.Beberapa orang percaya bahwa pemerintah tidak memberitahu seluruh ceritanya.Mereka mengatakan bahwa pemerintah juga ingin mencegah satelit itu jatuh di negara lain dan diambil negara tersebut.Teori lain juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu menembak jatuh satelit dengan rudal. Pada tahun 2007, Cina menghancurkan sebuah satelit cuaca dengan rudal, mereka menyebutnya sebagai tes.Apakah pemerintah AS menggunakan USA 193 sebagai alasan untuk menanggapi uji coba rudal China? Beberapa orang berpikir begitu.

Blue Beam, Proyek Dajjal Penanda Datangnya Kiamat

 
Yahudi melalui organisasi-organisasinya, terutama Freemasonry dan Illuminati, memiliki beribu-ribu cara dan strategi untuk menggolkan niatnya menciptakan Tatanan Dunia Baru atau The New World Order. Mereka juga punya begitu banyak program dan proyek yang bertujuan menggiring manusia ke alam yang sedang mereka bentuk.
Salah satunya adalah megaproyek BlueBeam, sebuah megaproyek yang bertujuan mengkafirkan manusia dari agama-agama yang dianutnya, dan memasukkan mereka dalam agama baru yang mereka buat; The New Age Religion. Ini lah proyek berwatak Dajjal yang akan menjadi salah satu penyebab tibanya Armageddon atau kiamat.
Instalasi Bluebeam
Bagi yang telah familiar dengan proyek BlueBeam yang dikerjakan NASA (National Aeronautics and Space Administration) bersama Freemasonry dan Illuminati, Olimpiade 2012 yang diselenggarakan di London, Inggris, pada 27 Juli-12 Agustus merupakan momen mendebarkan yang paling ditunggu-tunggu. Pasalnya, pada momen ini lah megaproyek yang bertujuan untuk mengelabui dan menyesatkan manusia agar menganut satu agama baru yang mereka buat, digunakan.
Megaproyek Blue Beam diyakini merupakan kelanjutan dari eksperimen yang dinamai “Philadelphia” dan “Montauk” yang dikerjakan militer Amerika Serikat pada 1940-an. Proyek ini berbasis di sebuah kompleks dengan keamanan superketat di Nevada, Amerika Serikat, yaitu di Area 51. Megaproyek ini bahkan diduga telah melakukan eksperimen berkali-kali di daerah terpencil dengan membuat gambar holografik Yesus Kristus dan UFO (unindentified flying object).
Keberadaan megaproyek ini pertama kali diungkap oleh dua orang wartawan Kanada yang seorang di antaranya bernama Serge Monast, pada 1994. Kedua wartawan ini kemudian diduga dibunuh beberapa pekan setelah megaproyek ini diungkap, karena meski tim forensik menyatakan bahwa keduanya meninggal akibat serangan jantung, namun pada rekam medis kedua wartawan ini sama sekali tidak ditemukan catatan bahwa keduanya mengidap penyakit itu. Monast tewas di tanah kelahirannya; Kanada, sedang kawannya meninggal saat sedang berkunjung ke Irlandia.
Dugaan bahwa keduanya dibunuh menguat karena sebelum keduanya tewas, pemerintah Kanada menculik putri Monast dengan tujuan agar wartawan itu dan temannya tidak terus meneliti dan mengungkap megaproyek BlueBeam. Bahkan setelah Monast tewas, putrinya tidak pernah kembali dan juga tak ditemukan jasadnya.
Antena2 HAARP
Megaproyek Bluebeam adalah sebuah proyek yang menggunakan teknologi canggih yang dinamakan High Freaquency Active Aurora Reseacrh Program (HAARP), dan telah dipatenkan dengan nomor 4.686.605 atas nama Bernard J Eastlund. Teknologi ini diciptakan oleh Nikola Tesla, seorang genius penemu teknologi wireless pada 1891 dan penemu penghantaran tenaga listrik melalui wireless.
HAARP merupakan proyek yang yang menggunakan gelombang radio sebagai salah satu medianya. Dengan menembakkan gelombang radio dengan frekuensi tertentu ke atmosfir, baik rendah, sedang maupun tinggi, maka kondisi ionosfir dan stratosfir akan terpengaruh, sehingga awan akan terbentuk, iklim dunia akan berubah, dan bahkan jika gelombang itu memantul kembali ke Bumi, akan muncul taufan atau badai, gempa bumi, dan suatu ledakan yang kekuatannya sama seperti bunyi ledakan nuklir.
Hebatnya lagi, teknologi ini juga dipercaya dapat digunakan untuk mengendalikan fikiran manusia, menjatuhkan pesawat terbang musuh, mengganggu perkembangan mental manusia, dan sebagainya.
Cara Kerja HAARP
Cara Kerja HAARP
Ketika Nikola Tesla menemukan teknologi ini, tujuan dia melakukan penelitian adalah untuk mempelajari lebih jauh lapisan ionosfer guna pengembangan teknologi komunikasi radio, keperluan keamanan seperti misalnya mendeteksi rudal, dan meminimalisir dampak gempa bumi. Namun, di tangan Amerika Serikat dan organisasi-organisasi Yahudi-nya, teknologi ini diselewengkan demi mencapai apa yang diinginkan Freemasonry dan Illuminati sejak ribuan tahun lalu, yakni menciptakan Tatanan Dunia Baru dimana mereka, Yahudi, sebagai penguasanya.
Berdasarkan data yang dilansir Monast sebelum dia dibunuh, diketahui kalau ada empat langkah yang dilakukan NASA, Freemasonry dan Illuminati dalam menyukseskan megaproyek BlueBeam. Yang pertama adalah mendoktrinasi masyarakat dunia dengan cara mere-evaluasi semua pengetahuan arkeologi. Caranya adalah dengan menciptakan gempa bumi buatan di lokasi tertentu di planet ini, yang diikuti oleh riset dan penemuan-penemuan yang hasilnya dikondisikan sedemikian rupa sehingga semua orang percaya bahwa doktrin mendasar dari agama-agama yang mereka anut, baik Islam maupun Kristen, telah disalahpahami dan disalahtafsirkan selama berabad-abad. Padahal, penemuan itu merupakan hoax atau palsu karena mereka ciptakan sendiri.
Adegan dalam film Jurrasic Park
Persiapan psikologis untuk langkah doktrinasi ini telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu dengan pembuatan film-film seperti A Space Odyssey, serial Star-Trek, dan Independence Day. Dalam film-film itu digambarkan bagaimana Bumi mengalami kerusakan karena diserang Alien, dan semua bangsa bersatu untuk memeranginya. Film Jurrassic Park yang meledak itu dan dibuat hingga tiga sekuel, sengaja dibuat untuk mendukung Teori Evolusi Charles Darwin, dan untuk mendoktrin manusia bahwa kata-kata Tuhan adalah kebohongan.
Langkah kedua adalah membuat ‘pertunjukan angkasa raksasa’ berbentuk sosok atau gambar-gambar tertentu dengan teknik hologram tiga dimensi yang dilengkapi suara optik, sehingga sosok dan gambar itu seolah dapat berbicara. Gambar-gambar laser holografik ini ditembakkan ke langit di berbagai belahan dunia, sehingga orang yang melihatnya percaya bahwa Tuhan telah muncul di langit mereka, dan berbicara dengan bahasa mereka. Gambar yang ditampilkan di setiap belahan dunia berbeda-beda karena disesuaikan dengan mayoritas agama yang dianut di belahan dunia itu.
Sosok Maitreya
Pada 2010 beredar isu bahwa sosok yang akan dimunculkan di antaranya adalah Maitreya, sosok yang diyakini oleh umat Buddha sebagai sosok Buddha yang akan datang, yang di Tiongkok dikenal dengan nama Mile Pusa.
Untuk diketahui, dalam agama Buddha diajarkan bahwa Buddha merupakan sebuah gelar, sehingga Buddha Gautama bukanlah Buddha yang pertama di dalam masa-dunia ini (kalpa) yang menurut kepercayaan umat Buddha, satu kalpa memiliki kurun waktu sekitar 4.320.000.000 tahun.
Buddha-buddha sebelumnya adalah Buddha Kakusandha, Buddha Konagamana, Buddha Kassapa, dan kelak akan datang Buddha baru yang bernama Buddha Mettaya (Maitreya). Saat ini umat Buddha percaya bahwa Maitreya tinggal di Surga Tusita yang merupakan tempat tinggal bagi para Bodhisatva sebelum mencapai tingkat ke-Buddha-annya. Buddha Sakyamuni juga bertempat tinggal di sini sebelum terlahir sebagai Siddharta Gautama.
Untuk memahami bagaimana gambar-gambar holografik dapat dimunculkan di langit, kita harus mengetahui bahwa dalam kurun waktu lebih dari 25 tahun terakhir, berbagai penelitian rahasia dilakukan. Para ilmuwan yang menjadi agen Freemasonry dan Illuminati di Rusia telah menyempurnakan komputer mutakhir yang didasarkan pada studi tentang anatomi dan elektromekanis komposisi tubuh manusia, dan studi tentang listrik, kimia dan sifat biologis otak manusia. Ke dalam komputer ini di-input data-data tentang bahasa yang digunakan seluruh bangsa di dunia, lengkap dengan makna dan dialeknya. Data-data ini kemudian dikirim ke satelit dan dilepaskan ke lapisan natrium yang berjarak sekitar 60 kilometer di atas Bumi. Dalam tulisannya, Monast mengaku pernah melihat tes simulasi ini sekali, akan tetapi yang diinput ke komputer dan dikirim ke satelit merupakan data yang berbeda, sehingga yang kemudian terlihat oleh masyarakat di Bumi adalah penampakan UFO alias piring terbang.
Pertunjukkan spektakuler holografik ini bertujuan untuk “memenuhi” nubuat dalam agama Islam dan Kristen tentang turunnya Nabi Isa As atau Yesus Kristus ke Bumi. Namun apa yang dikatakan Nabi Isa atau Yesus dalam “pertunjukkan” itu akan bertentangan dengan Al Qur’an dan Injil, karena Isa dan Yesus palsu itu akan menyerukan pengikutnya untuk mengikuti agama baru yang disebut sebagai Agama Dunia Baru (The New Age Religion).
Ilustrasi tampilan holografik Yesus di langit
Langkah ketiga adalah memanipulasi fikiran manusia dan indra manusia, sehingga seolah-olah Tuhan memberikan wahyu kepadanya, meski manusia tidak melihat kehadiran sang maha Pencipta tersebut. Caranya adalah dengan menerapkan metode telepati elektronik dengan menggunakan gelombang ELF (Extremely low frequency), VLF (Very low frequency), dan LF (Low frequency). Gelombang yang dihasilkan dari gelombang radio yang ditembakkan ke ionosfir ini akan memasuki bagian dalam otak manusia, dan kemudian mempengaruhi cara kerjanya.
Penelitian ilmuwan membuktikan, frekuensi rendah memang dapat menembus badan manusia dan kemudian “menerjang” otak, serta mempengaruhi cara kerjanya. Pengaruh ini akan mempengaruhi seluruh indera, baik pengelihatan, pendengaran dan penciuman, plus indera kepekaan, sehingga manusia dapat melihat atau mendengar sesuatu yang tak ada, atau sebaliknya; tidak melihat dan mendengar apa yang seharusnya mereka lihat dan dengar, sehingga manusia cenderung menjadi tak logis dan tidak normal karena mengalami disfungsi otak. Dalam kondisi ini, manusia mudah mengalami halusinasi, seperti dapat melihat setan, malaikat, dan sebagainya. Dengan telepati elektronik ini, Amerika Serikat dan rekan-rekan Yahudinya akan membuat seolah-olah Tuhan berbicara kepada manusia dan memerintahkan agar mengikuti agama yang mereka buat; The New Age Religion.
Proses serangan pada otak oleh gelombang berfrekuensi rendah, yang pernah diuji-coba dan berhasil di tahun 1974.
Langkah keempat merupakan langkah yang paling keji dan mengerikan, serta merupakan ending dari cara yang ditempuh Yahudi untuk menguasai dunia demi membentuk Tatanan Dunia Baru. Yakni, menggiring manusia untuk melakukan bunuh diri. caranya, gelombang dengan frekuensi rendah dialirkan melalui kabel serat optik, kabel koaksial, listrik dan saluran telepon ke semua peralatan elektronik yang telah dipasangi microchip khusus yang telah diinstal. Pengaliran gelombang ini akan memunculkan perwujudan yang dilihat manusia seperti setan, hantu atau jin, sehingga masyarakat dunia ketakutan, kalut, dan akhirnya mengalami gangguan psikologis yang mendorong mereka untuk mengakhiri hidup demi terbebas dari “horor” yang mengerikan. Mereka bertujuan yang selamat dari efek HAARP hanyalah ras Yahudi untuk menjadi raja dunia.
Megaproyek Blue Beam semula direncanakan dimulai pada 1983, namun ditunda dan baru direalisasikan pada 1996. Target NASA, Freemasonry dan Illuminati, proyek yang dapat membunuh semua manusia non Yahudi itu rampung pada 2012 dan digunakan pada tahun ini juga. Menarik untuk dikaji mengapa 2012 dipilih untuk dijadikan tahun pembuka jalan bagi terciptanya Tatanan Dunia Baru.
Pada 28 Agustus 2008, mantan personil grup band FULC yang kemudian beralih menjadi peneliti, Richard John Clay, ditemukan meninggal di tempat tidur dalam kamarnya. Semula, kematian pria yang beken dengan nama panggilan Rik Clay ini diduga akibat bunuh diri, namun kemudian ada keyakinan kalau pria kelahiran Scunthorpe, Inggris, pada 5 Agustus 1982 itu meninggal akibat dibunuh (tentangnya, KLIK DI SINI).
Ada beberapa hal yang mendasari keyakinan tersebut. Pertama, hanya beberapa jam setelah Rik tewas, blognya yang bernama “The Cosmic Mind”, dihapus. Kedua, Rik meninggal hanya beberapa hari setelah diwawancarai oleh Red Ice Creations Radio tentang seputar artikel yang dia posting dalam blognya. Dan ketiga, sebelum ditemukan tewas, ayahnya mengatakan kalau kesehatan Rik tiba-tiba saja drop. Padahal, semula dia sangat sehat dan terlihat gembira. Hanya saja, bagaimana Rik dibunuh, hingga kini masih misterius. Namun banyak kalangan yakin kalau pembunuhan terhadap Rik dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak suka pada artikelnya, dan dilakukan dengan cara-cara yang amat canggih dan profesional, sehingga tak terdeteksi dan terlacak.
Rik bernasib seperti Serge Monast karena mempublikasikan hasil risetnya yang sebenarnya berkaitan dengan megaproyek Blue Beam. Hanya saja, dalam tulisannya Rik tidak menyebut soal megaproyek itu, melainkan hanya menyinggung bahwa Olimpiade 2012 di London ditunggangi oleh Yahudi melalui Freemasonry, Illuminati dan Zionis, dan bahwa pada ajang olahraga dunia ini akan ada serangan UFO palsu yang disusul dengan berdirinya Jerusalem Baru.
Soal penunggangan olimpiade oleh Yahudi antara lain dideteksi Rik melalui bentuk bangunan gedung olahraga olimpiade yang atapnya dihiasi simbol All Seeing Eye, salah satu lambang Freemasonry yang juga dicetak di lembaran uang satu dolar Amerika.
Stadion Olimpiade London
Piramid dengan All Seeing Eye di mata uang 1 dollar US.
Tak hanya pada gedung, jejak Yahudi juga ditemukan pada logo olimpade:
Logo Olimpiade 2012
Jika diurai, logo itu akan menjadi kata ini;
ZION! Kebetulan??
Maskot Olimpiade, Mata Satu, Kebetulan??
Dari artikel Rik, jelas sekali kalau penyelenggaraan olimpiade 2012 merupakan ajang yang harus diwaspadai, bukan dinanti, karena untuk memunculkan efek serangan UFO palsu, NASA harus menggunakan teknologi HAARP dari megaproyek Blue Beam. Bahkan bisa jadi, bukan hanya efek serangan UFO palsu yang akan muncul, namun juga holografik Nabi Isa As, Yesus Kristus, dan lainnya. Termasuk memicu gempa bumi, mengendalikan fikiran manusia, dan sebagainya. Konon, untuk menyukseskan “serangan” ini, para Talmudis Inggris berencana menggelar latihan besar-besaran selama pra-Olimpiade (selengkapnya, KLIK DI SINI).
Mengapa olimpiade 2012 dijadikan sasaran untuk melempangkan jalan menuju terciptanya Tatanan Dunia Baru?
Teror bom London pada 7/7/2005.
Selesainya proyek Blue Beam pada 2012 ini menjadi kunci utama atas pertanyaan itu. Kedua, olimpiade dimulai pada 8 Agustus (8/8). Seperti diketahui, Yahudi paling suka pada simbologi, numerologi, dan hal-hal berbau rahasia dan misterius lain yang pengungkapannya tak hanya dibutuhkan kecerdasan, namun juga kerumitan seperti yang tergambar dalam film “Da Vinci Code”. Ingatkah Anda pada peritiwa ledakan 4 bom di sistem transportasi Inggris pada 7 Juli 2005 yang menewaskan 54 orang dan mencederai ratusan orang? Perhatikan tanggalnya; 7/7. Para pakar konspirasi meyakini, teror itu didalangi Yahudi melalui organisasi Illuminatinya karena pendiskreditan Islam yang terjadi selama ini, yang dilakukan dengan menghembuskan isu terorisme, telah dirancang sejak ribuan tahun lalu dan tercantum dalam Protokol Zionis (selengkapnya, KLIK DI SINI). Karenanya, jangan kaget jika Osama bin Laden sang dedengkot Al Qaeda, pernah menjadi orang binaan CIA, intelijen AS yang juga dikendalikan Yahudi seperti NASA.
Selain itu, kecurigaan para pakar konspirasi bahwa serangan terhadap menara kembar World Trade Centre (WTC) pada 11 September 2001 yang kita kenal dengan sebutan Tragedi 11 September atau 11/9, dilakukan oleh para Illuminatus, semakin sulit terbantahkan karena pada 1995, penemu Role-playing, Steve Jackson, merilis game yang diberi nama “Illuminati – New World Order” atau “INWO” Game karena terinspirasi pada isi file “Illuminati BBS”.
Game ini dimainkan dengan cara mengambil, menghancurkan dan menetralisir grup yang bebas atau yang telah dimiliki lawan main, dan lawan dapat mempertahankan grup yang dikuasainya, atau menerapkan strategi lain. Grup-grup tersebut dinamai The Bavarian Illuminati, The Discordian Society, The UFO’s, The Servants Of Cthulhu, The Bermuda Triangle, The Gnomes Of Zurich, Society Of Assassins, The Network, Church Of SubGenius, dan Shangri-la. Yang perlu dicermati adalah, game yang mulai dirancang pada 1990 ini memiliki gambar-gambar yang sama persis dengan peristiwa yang terjadi beberapa tahun kemudian. Misalnya, pada kartu yang diberi nama “Terrorist Nuke” ada gambar yang mirip dengan saat WTC diserang pada 9/11.
Gambar pada kartu “Terrorist Nuke”
Foto peristiwa teror WTC / 911
Yang lebih mengagetkan, dalam game itu pun tragedi gempa di Jepang pada Jum’at, 11 Maret 2011 pukul 14:46, yang disusul tsunami, telah diramalkan.
Gambar pada kartu “Combined Disasters”
Perhatikan penunjuk waktu dalam gambar itu, dan perhatikan penunjuk waktu pada The Wako Clock di bawah ini, jam besar di Tokyo, yang menunjukkan waktu saat gempa terjadi.
The Wako Clock
Bahkan ada pula kartu yang menggambarkan tsunami Jepang setelah gempa itu terjadi;
Kartu “Tidal Wave” (Gelombang air pasang)
Dan ledakan reaktor nuklirnya di Distrik Fukushima
Bahkan megaproyek HAARP ada pula dalam game ini

Apakah ini suatu kebetulan??

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang permainan ini, berikut videonya :
Atau jika Anda ingin membayangkan bagaimana peristiwa yang akan berlangsung saat Olimpade 2012 diselenggarakan, berikut videonya;
Tak lama setelah game itu dipasarkan, Secret Service “turun tangan”. Perusahaan Steve, Steve Jackson Games (SJ games) yang juga merupakan produsen game Car wars, GUURP, dan Munchkins, digeledah dan peralatan-peralatannya disita. Kini, INWO Game menjadi game yang paling sulit dicari karena seperti juga informasi tentang megaproyek Blue Beam yang telah dihapus dari Wikipedia, INWO Game tak lagi diproduksi.
Salah satu stasiun HAARP berada di Gakona, Alaska, sebelah barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias. Stasiun ini memiliki 360 antena dengan setiap antena memiliki daya pancar gelombang radio minimal sebesar 10.000 watt. Jika semua antena itu dinyalakan secara bersamaan, maka akan dihasilkan gelombang sebesar 3,6 juta hingga miliaran watt yang dampaknya telah dapat kita bayangkan berdasarkan bagian kesatu artikel bersambung ini.
Stasiun HAARP di Gakona, Alaska.
Pusat pengoperasionalan HAARP berada di sebuah fasilitas milik Angkatan Udara AS di dekat Gakona. Namanya HAARP Research Station. Instrumen terpenting dalam penelitian HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), yaitu suatu radio pemancar frekuensi sangat rendah namun berdaya tinggi.
Konon, selama proses pembuatannya, megaproyek Blue Beam yang menggunakan teknologi ini telah beberapa kali diuji coba. Gempa bumi berkekuatan 9,1 SR yang melanda Aceh dan memicu tsunami pada 28 Desember 2004, ditengarai akibat salah satu uji coba teknologi ini. Salah seorang ilmuwan yang percaya bahwa gempa itu diakibatkan oleh HAARP adalah M.Dzikron AM, dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung (Unisba). Menurut dia, gempa yang melanda Aceh merupakan dampak dari teknologi thermonuklir yang dikembangkan AS, dan HAARP merupakan bagian dari teknologi itu.
Indikasi lain bahwa gempa Aceh bukan akibat pergeseran lempeng tektonik adalah, setelah gempa dan tsunami terjadi, NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) beberapa kali merubah data magnitudo dan posisi episentrum gempa. Selain itu, sebelum gempa, seismograf di Indonesia dan India sama sekali tidak memperlihatkan aktifitas adanya gempa di kedalaman dasar laut, dan beberapa saat sebelum gempa terjadi ada gelombang elektromagnetik berkekuatan 0,5 atau 12 Hertz yang melingkupi wilayah itu.
Kondisi korban tsunami aceh yang kaku dan gosong.
Petunjuk lain bahwa gempa Aceh bukan akibat “kemarahan alam” adalah kondisi sebagian besar mayat yang ditemukan terbujur kaku dengan kulit berwarna hitam pekat seperti gosong. Padahal, kematian akibat tenggelam setelah diseret arus tsunami tidak akan mengubah warna kulit sedemikian cepat dan sedemikian hitam. Mayat-mayat seperti itulah yang ditemukan setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.
Yang juga perlu dicermati adalah, tak lama setelah musibah terjadi, kapal-kapal perang Amerika berdatangan dengan cepat dan bertahan di Aceh selama beberapa bulan. Kapal-kapal ini tak hanya sekedar mengirimkan bantuan, namun juga mengawasi wilayah laut agar peneliti Indonesia tidak turun ke sana. Dan dua bulan setelah tsunami menerjang Aceh, Thailand, Pulau Andaman di India, dan kawasan Afrika, ditemukan sampah nuklir di wilayah Somalia. Penemuan ini sempat diungkap UNEP (United Nations Environment Programme), dan diduga berasal dari Samudera Hindia.
Gempa bumi berkekuatan 8,8 SR yang memporakporandakan Chili pada 27 Februari 2010, juga diduga diakibatkan oleh uji coba HAARP, sehingga Presiden Venezuela Hugo Chavez sempat menuding kalau gempa yang melanda salah satu negara di Amerika Selatan tersebut adalah buatan dari beberapa negara yang membenci negara itu. Indikasi kalau gempa ini diakibatkan HAARP, karena sebelum gempa hebat itu terjadi, di langit Chili muncul aurora.
Gempa besar berkekuatan 6,9 SR di China pada 14 April 2010 yang menewaskan sedikitnya 400 orang, juga ditengarai akibat HAARP karena sesaat sebelum kejadian, muncul awan berbentuk aneh di langit Negeri Tirai Bambu itu. Gempa berkekuatan 7,0 SR di Haiti pada 12 Januari 2010 yang menewaskan sekitar 200.000 orang, juga ditengarai akibat uji coba HAARP.
Dari pusat pengoperasiannya, HAARP diprogram untuk menembakkan gelombang radio berfrekuensi rendah, namun berkekuatan jutaan atau bahkan miliaran watt, ke ionosfir, sehingga “timbul gejolak” di sana. Oleh ionosfir, gelombang yang sangat kuat itu dipantulkan kembali ke Bumi dan masuk ke tanah, lalu merambat hingga kerak Bumi, bahkan menembus mantel Bumi. Akibat pantulan dan rambatan ini, kepadatan dan materi di dalam tanah terguncang, terutama pada zona patahan atau subduksi yang tidak stabil. Maka, gempa pun terjadi.
Makin kuat gelombang yang menembus kerak dan mantel Bumi, maka makin kuat pula gempa yang terjadi. Karenanya, jangan heran ketika gempa mengguncang Chili dan China, ada efek awan yang tak biasa atau aurora di langit. “Penampakan” itu merupakan efek dari gelombang berfrekuensi rendah yang mengurai atau memecah partikel-partikel di sana, dan memicu pembentukan awan atau sprektrum cahaya. Gempa Jogja pada 26 Mei 2006 juga diduga kuat akibat HAARP karena sebelum gempa mengguncang, langit di sebelah selatan di atas Pantai Parangtritis yang menghadap Samudera Hindia, muncul aurora. Gempa itu berpusat sekitar 5-7 Km di utara dari lokasi dimana aurora itu muncul.
Untuk membuktikan kebenaran bahwa HAARP dapat membuat gempa Bumi, seorang ilmuwan membuat simulasi sederhana, yaitu dengan sebuah maket miniatur kota yang komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan, bukit dan lainnya.
Lalu untuk membuktikan bahwa frekuensi sangat rendah dapat memicu gempa, dia menggunakan pengeras suara rendah untuk bass, yaitu sub-woofer yang diletakkan agak jauh dari maket kota miniatur tersebut. Setelah sub-woofer dinyalakan, tiada suara yang terdengar oleh manusia. Hanya membran di sekeliling (di pinggir) sub-woofer tersebut yang bergerak maju-mundur dengan hebat. Apa yang terjadi kemudian? Maket miniatur tersebut berantakan.
Perubahan cuaca ekstrim yang saat ini kita alami juga ditengarai akibat uji coba HAARP, sehingga muncul berbagai fenomena aneh seperti datangnya musim kemarau dan musim hujan yang tak beraturan, terjadinya badai pasir di China pada 2010, terjadinya badai salju di Palestina pada 2009, adanya badai tropis yang menerjang Karibia, musibah kekeringan di Asia Tengah dan Timur Tengah, serangan belalang yang luar biasa besar dalam satu dekade terakhir di Afrika Barat, terjangan Badai Katrina yang meluluhlantakkan Georgia, Mississippi dan Carolina, dan sebagainya.
Ketika gelombang frekuensi tinggi ditembakkan ke stratosfir dan ionosfir, angkasa menjadi panas sehingga terjadi kondensasi atau pengembunan yang memicu pembentukan awan hujan. Selain itu, pemanasan di stratosfir dan ionosfir menaikkan suhu udara dan memicu pembentukan jetstream (arus jet), serta mengubah komposisi molekul dan partikel-partikel yang ada di sana, baik partikel nitrogen, hidrogen, ozon, maupun yang lainnya. Konon, pusat pengendalian HAARP mampu memilih salah satu atau beberapa molekul/partikel untuk ditingkatkan jumlahnya secara signifikan, sehingga peningkatan ini dapat memicu ketidakseimbangan molekul/partikel di ionosfir dan stratosfir dan memicu perubahan iklim seperti yang kita alami sekarang.
Banyak tidaknya awan yang tercipta dari pelepasan gelombang berfrekuensi tinggi ke ionosfir dan stratosfir, tergantung dari seberapa lama HAARP diaktifkan dan dari kekuatan gelombangnya. Dengan cara ini, efek pelepasan gelombang dapat dikendalikan, sehingga jika mau, badai sehebat apapun dapat dihasilkan, dan lokasi yang menjadi sasaran penembakan gelombang ke ionosfir dan stratosfir akan mengalami banjir dalam skala kecil, sedang, besar, bahkan sangat besar seperti banjir bandang.
Maka, jangan heran jika ada tudingan kalau sebenarnya pemanasan global yang saat ini sedang berlangsung sebenarnya bukan semata-mata akibat penggunaan bahan bakar fosil yang tak terkendali, atau akibat polusi, namun akibat uji coba HAARP.
Pentagon pernah menolak mentah-mentah teknologi HAARP ketika teknologi itu ditawarkan oleh penemunya, Nikola Tesla. Namun setelah ilmuwan kelahiran Kroasia 10 Juli 1856 itu meninggal pada 7 Januari 1943 di New York, AS, teknologi itu tiba-tiba berada di Pentagon dan kemudian dikembangkan oleh militer AS dan NASA, hingga menjadi seberbahaya saat ini.
Ketika masih di tangan Tesla, teknologi yang mampu menciptakan gempa bumi dan mempengharuhi iklim semesta ini dinamakan Scalar Technology. Baru setelah dikembangkan NASA, namanya menjadi HAARP.
Nicola Tesla
Scalar merupakan teknologi yang diciptakan dan dikembangkan dengan berbasis gelombang elektromagnetik. Tesla menciptakan teknologi ini dengan mempelajari gempa-gempa yang terjadi pada 1937 di berbagai negara di dunia, dan kemudian menciptakan alat yang mampu memunculkan gelombang frekuensi tinggi yang dapat memicu badai dan gempa tektonik. Setelah melalui berbagai penyempurnaan, kemampuan alat itu mampu mengalahkan kekuatan Nuklir, dan dapat menjadi senjata pemusnah massal.
Tak jelas apa yang membuat Pentagon menolak teknologi ini ketika ditawarkan penemunya, namun yang pasti setelah Tesla meninggal, berkas-berkas dan hasil ciptaannya hilang begitu saja dan kemudian tahu-tahu muncul lagi di lingkungan militer AS dan NASA dengan nama HAARP.
Seorang ilmuwan kelas dunia, Dr Rosalie Bartell, pernah mengonfirmasi bahwa militer Amerika memang telah menyelesaikan sebuah sistem pengatur cuaca yang dapat dijadikan senjata potensial. Menurut Bertell, AS sudah melakukan uji coba sejak puluhan tahun lalu dengan cara mengirim Barium dan Lithium ke lapisan ozon di langit negara-negara Asia dengan bantuan gelombang elektromagnetik. Pernyataan Bertell didukung Michel Chossudovsky, seorang analis persenjataan global. Chossudovsky bahkan menuduh Pentagon sudah lama membuat senjata untuk memanipulasi cuaca. Pada April 1997, Menteri Pertahanan AS, William Cohen, mengaku kalau AS terpaksa menggunakan senjata perubah cuaca untuk menghadapi serangan senjata sejenis, dan senjata yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memicu gempa dan tsunami.

PROYEK BLUE BEAM NASA, SEBUAH TEORI KONSPIRASI PALING BESAR MENGENAI PENGGENAPAN AKHIR ZAMAN DAN ERA TATANAN PEMERINTAHAN TUNGGAL

Proyek Blue Beam NASA, Sebuah Teori Konspirasi Paling Besar mengenai Penggenapan Akhir Zaman dan Era Tatanan Pemerintahan TunggalProyek Blue Beam atau jika diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah proyek Balok Biru. Nama ini diperkenalkan pertama sekali oleh seorang jurnalis berkebangsaan kanada yang aktif di Inggris bernama Serge Monast. Jurnalis yang termasuk penuh dengan kontroversi dan sarat dengan publikasi mengenai teori-teori yang menjelaskan berbagai keganjilan di bumi ini membuatnya diyakini menjadi salah satu teoris konspirasi terbesar di abad ini.
Serge Monast memiliki sejarah yang panjang, menghasilkan beberapa publikasi besar yang membahas mengenai teori-teori yang akan membuat siapa saja akan merinding, seperti gerakan New World Order di bawah kelompok-kelompok elit rahasia di Inggris,Amerika dan Zionis yang dikenal dengan Illuminati dan Freemason. Satu karyanya yang detail mengenai gerakan ini adalah Les Protocol des Toronto (6.6.6) yang secara jelas mengatakan bahwa grup Masonik adalah grup dengan identitas yang menyebut dirinya identitas 666 (tanda-tanda dari binatang buas pada akhir zaman.)

gambar : the one eye, simbol Illuminati sang penggagas the New Age of Knowledge/ the new Light / the New world Order
Kematian Serge Monast, juga termasuk sebagai salah satu kematian yang penuh dengan pertanyaan di kemudian hari, banyak teoris lanjutan yang terinspirasi dengan hasil kerja Serge Monast menyatakan bahwa dirinya dibunuh dengan senjata teknologi agar berhenti menginvestigasi mengenai hal-hal yang disebut dengan proyek-proyek rahasia anggota elit di dunia untuk menguasai dunia dan individu. Kematiannya dipublikasikan sebagai kematian karena serangan jantung, bersama dengan rekan jurnalisnya Dr Becker yang membuat laporan mengenai Proyek Blue Beam yang berhasil dipublikasikan ke seluruh dunia pada tahun 1994 sehingga anda membaca tulisan ini. Kedua-duanya diketahui tidak pernah memiliki sejarah penyakit jantung. Sebelum kematian Serge Monast, penculikan putrinya terjadi dan tak pernah kembali.

[Redaksi : Kematian Serge Monast, diyakini akibat dari Teori publikasinya mengenai skenario Penciptaan Akhir Zaman Palsu yang dikenal dengan Proyek Blue Beam (Proyek Balok Biru). Proyek ini diyakini dilakukan oleh satu pemerintahan besar dan adidaya untuk membentuk sebuah Negara kesatuan di bawah satu kontrol dan satu standard di seluruh dunia, pada laporannya mengenai proyek blue Beam, Serge monast menyatakan bahwa teknologi gelombang micro beam telah disimulasikan untuk mempenetrasi jantung katak yang dapat mengontrol hidup katak tersebut bahkan membunuhnya dengan menghentikan fungsi jantung katak tersebut. Hal ini juga memungkinkan dilakukan ke jantung manusia. Ironisnya kematian Serge Monast dan koleganya yang menulis laporan mengenai the NASA Project Blue Beam terjadi setelah dokumen Project blue beam dipublikasikan dan karena serangan jantung. ]

Gambar : Serge Monast saat melakukan konferensi dalam bahasa perancis. sumber Youtube.
Banyak yang berspekulasi bahwa Negara yang dimaksud sebagai pelaku The New World Order nantinya adalah Negara Amerika Serikat?, Mengapa?
Serge Monast dalam publikasinya mengenai Proyek Blue Beam pada tahun 1994 menyatakan bahwa ada beberapa langkah statis yang akan dilakukan untuk membuat skenario ini berhasil. Sebuah propaganda akan dilakukan untuk membuat orang-orang ketakutan dengan melakukan sebuah mekanisme gempa buatan yang membuat kehancuran yang nyata dan putus asa di beberapa wilayah yang dianggap berpengaruh dalam populasi umat manusia, langkah selanjutnya adalah penghancuran benda-benda bersejarah secara mayor yang akan membuat sebuah tatanan baru mengenai budaya yang harus dijalankan, namun untuk membuat semua ini berjalan dengan lancar, maka sebuah mekanisme temuan benda-benda bersejarah yang diyakini diproduksi untuk mengarahkan para ilmuwan pada penemuan yang akan mematakah semua ajaran agama terbesar yakni Kristen dan Islam. Hal ini akan dilakukan setelah adanya gempa dahsyat yang akan memunculkan penemuan dari perut bumi berupa tulisan atau karya budaya super tua. Temuan palsu ini akan dijadikan sebagai alat konfrontasi utama untuk menghapus kepercayaan-kepercayaan lama menjadi sebuah satu agama yang baru bersifat luciferian.
Lahkah selanjutnya adalah adanya temuan dan publikasi mengenai serangan alien. Langkah untuk menyakinkan hal ini adalah membuat serangan alien dengan skenario yang canggih tentu dilakukan dengan penghilangan nyawa dan menggunakan senjata rahasia militer yang canggih. Hal ini akan berakibat pada pengarahan pemikiran individu secara global untuk mengaku pada ketergantungan suatu pemerintahan yang dianggap mampu melindungi mereka, yakni sang pencipta kegaduhan itu sendiri. Konspirasi.
Puncak dari Proyek Blue Beam adalah adanya satu tatanan pemerintah sebagai tujuan utama mengapa proyek Blue beam ini diadakan. Satu tatanan pemerintahan ini akan mengatur mata uang dunia, pergerakan komoditi, kesehatan dan semua bidang apapun yang dapat mengontrol individu di dunia. Populasi ini berbanding dengan kelompok yang menyatakan dirinya sebagai The New Age Order adalah 1 berbanding milliaran populasi di dunia. Sentralisasi puncak dari pemerintahan yang mengontrol kehidupan umat manusia.
Untuk mencapai tatanan dunia baru ini, sebuah skenario maha karya akan dilakukan dengan memancarkan tampilan holografik di luar angkasa yang akan menggambarkan sosok yang dinantikan yakni Sosok Mesias yang akan turun ke bumi. Sosok tersebut akan tampak penuh dengan realitas dan menghasilkan suara. Satu hal yang dipastikan mengapa hal ini penting adalah menciptakan euphoria mengenai turunnya juru selamat yang akan memberitakan kebenaran sejati. Kebenaran sejati itu akan bertentangan dengan apa yang diketahui umat manusia saat ini.
Orang-orang akan belajar untuk mengenal bahwa tulisan-tulisan yang beredar saat ini mengenai agama, pengetahuan dan semua hal sentral yang dipercaya luas adalah salah. Tujuannya adalah keberpusatan dari tatanan yang baru dan percayanya orang pada sebuah pemerintahan yang satu dan kontrol yang luar biasa dari euphoria yang menakutkan tanpa resolusi. Akibatnya orang-orang akan menggantungkan dirinya pada pemerintahan itu dan percaya pada pemerintahan yang dikenal anti kristus.

Gambar : Proyek Haarpa diimplementasikan di Alaska, diyakini sebagai alat yang mampu menciptakan gelombang radiasi yang mampu menciptakan gempa, mengontrol gempa, mengontrol ionosfer, dan mengontrol iklim di bumi bahkan diyakini mampu memanipulasi individual dengan teknologi ELF, VLF, LF.

Tentu orang-orang yang membaca tulisan di atas tampak penuh dengan bualan, namun Serge Monast menyatakan hal tersebut dalam sebuah publikasi yang jelas dan menyatakan agenda-agenda tersebut akan dipelopori NASA. Apakah teori-teori tersebut benar-benar relevan atau hanya sebagai imajinasi dari Serge Monast yang tanpa pengetahuan ataukah Serge Monast malah terbunuh karena pengetahuan dan investigasi yang dilakukannya selama hidupnya?

Beberapa hal yang diberikan Serge Monast sebagai petunjuk (Signs/ clue) bahwa teori ini akan mulai terlihat dengan beberapa kejadian penting.
Pada saat New World Order Propaganda dimulai, yakni tampilan besar di angkasa yang menunjukkan gambaran mengenai Tuhan, yang berkomunikasi secara langsung ke setiap individu. Bagaimana hal ini dapat dilakukan?, setiap orang akan menerima pesan personal dari sebuah tampilan di Langit?. Ya, hal inilah yang diyakini serge Monast akan membuat semua orang percaya bahwa mereka telah mendengar suara Tuhan mereka secara langsung.
Resolusi ini akan terjadi, dimana sebuah gelombang yang dikenal dengan electronical microwave beam akan digunakan secara langsung untuk mempenetrasi informasi langsung ke otak individu. Hal inilah yang akan memberikan resolusi mengenai informasi yang langsung dapat diterima manusia, apakah dia normal, buta, tuli itu tidak akan menjadi batasan lagi, karena informasi ini akan disampaikan langsung ke otak manusia. Hal ini tidak dapat dideteksi orang lain.
Teknologi ini menurut serge telah diimplementasikan dengan nama teknologi ELF(Extremely Low Frequency), VLF (Very Low Frequency), dan LF(Low Frequency). Teknologi ini ditemukan oleh para ilmuwan tentu saja, sehingga pada tahun 1991, sebuah gelombang protes dari para ilmuwan akhirnya menuju pada sebuah konferensi dengan NASA mengenai resolusi agar penemuan-penemuan mereka tidak disalahgunakan. Namun menurut Serge, hal ini malahan sudah digunakan di pusat-pusat agensi paling rahasia yakni CIA dan FBI telah menggunakan teknologi ini untuk mengontrol individu.
Sebuah database besar berisi data mengenai orang-orang secara spesifik, yakni data pribadi berupa nama, tanggal lahir, gambar pribadi, relasi dengan orang lain, publikasinya dan bahasanya tersimpan secara terorganisir. Hal ini akan digunakan oleh tuhan palsu sebagai sarana komunikasi personal kepada setiap orang untuk menyampaikan pesan khusus gerakan the new World Order. Hal ini akan membentuk ikatan personal dan euphoria massal yang tidak pernah sebelumnya terlihat di muka bumi. Orang-orang akan memberikan pengakuan dan mulai tergerak untuk percaya pada The New world Order.
[Redaksi : hal ini tentu merupakan sebuah pengejawantahan dari kepemilikan korporasi besar di dunia maya, kita Ketahui Google, Facebook, Amazon dan beberapa perusahaan korporasi global memiliki data dari setiap orang yang berinteraksi di internet, termasuk gambar, video, transaksi pencarian dan semua hal setiap pribadi tercatat secara programmatic di server perusahaan tersebut. Kemampuan manipulasi penerjemahan bahasa bahkan dialek telah ditemukan, membuat klaim dari Serge termasuk masuk akal di masanya 11 tahun yang lalu 1994.]
Untuk memuluskan aksi tersebut, sebuah gerakan statis tanpa gangguan harus dipastikan. Satu gerakan yang massive akan membuat orang-orang dengan kekuasaan dan uang dan pengaruh akan berusaha untuk melakukan perlawanan karena kontrol tersebut. The New world order akan membuat sistem ekonomi yang kacau dan memperkenalkan sebuah mekanisme ekonomi tunggal dengan mata uang yang dikenal dengan mata uang global dalam bentuk elektronik. Orang-orang akan berusaha menukarkan semua uangnya ke mata uang tersebut dan era di mana uang tunai tidak berlaku lagi.
Jika orang-orang yang memiliki banyak uang tidak mau menukar uangnya, maka orang tersebut tidak bisa melakukan pembelian karena regulasi ekonomi yang terstandar, artinya semua orang akan patuh pada sistem ekonomi yang baru tersebut.
Untuk memastikan tidak adanya pergerakan arus perlawanan sama sekali, bahwa hewan-hewan pun akan ditanami dengan chip. Chip ini akan dijadikan sebagai alat transmitter lokasi hewan itu, dan jika ada orang yang melakukan perburuan untuk kebutuhannya akan terlacak dan akan dihukum karena melanggar peraturan pemerintah tatanan dunia baru. Semuanya akan terbungkus rapi, segala bentuk perlawanan akan berakhir di ruang tahanan dan dijadikan sebagai objek percobaan medikal atau organnya dilelang.
Serge Monast, secara eksplisit mengakhiri laporannya mengenai Blue beam dengan sebuah peringatan keras.
“Jika Kamu tak berhasil melihat hal ini, jika kamu tidak mampu mempelajarinya, jika kamu tidak bisa mengerti mengenai hal ini, maka dirimu, keluargamu dan teman-teman serta orang-orang yang kau kasihi akan berakhir di api perbudakan, lokasi-lokasi pembakaran mayat telah dibangun di seluruh negeri di seluruh wilayah di dunia. Tidak ada yang akan aman di sebuah Negara yang totaliter dengan kepemimpinan tunggal".
Regard Information:
- Educate-yourself.org
- Watchersfile.com
- Enigma x -file
- Serge Monast (rationalwiki)

Teori Konspirasi: 'UFO' Memata-matai Misi NASA?

Penampakan 'UFO' dalam Misi Mercury Project (NASA)Pada kurun waktu 1959-1963, saat perlombaan antariksa (space race) memuncak melawan Uni Soviet, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan sebuah misi: Project Mercury. Tujuannya mengirimkan manusia ke orbit Bumi dan mengembalikannya dengan selamat.

Alan Shepard menjadi astronot pertama Amerika Serikat yang mengangkasa menggunakan kapsul Freedom 7 pada 5 Mei 1961. Pencapaiannya menjadi keberhasilan pertama program Mercury.

Dari foto-foto yang diambil dari proyek tersebut, dari masa 55 tahun lalu, periset UFO Scott Waring mengklaim menemukan penampakan pesawat luar angkasa milik makhluk ekstrateresterial. 

Teori konspirasi pun bermunculan. Sebagian pencetusnya mengklaim para alien mengawasi upaya awal penjelajahan antariksa manusia -- dan bahwa fakta-fakta itu sengaja ditutupi NASA dan Pemerintah AS.
Foto menghebohkan itu diambil oleh satelit tak berawak Mercury-Redstone 1A pada 19 Desember 1960.

"Mengapa tidak alien tertarik menonton momentum historis manusia dalam penjelajahan antariksa," kata Waring dalam blognya, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (21/4/2015).

"Apalagi karena menggunakan pesawat tak berawak, tak ada kekhawatiran mereka (alien) bakal terlihat."

Dia menambahkan, Bumi ada di belakang foto tersebut. "Dan UFO itu sedang mengamati pesawat luar angkasa Mercury."

Ini bukan pertama kalinya pemburu UFO menelaah foto-foto lama NASA dengan harapan menemukan bukti kehidupan cerdas di luar Bumi. Pada awal tahun ini, Waring mengklaim melihat 2 objek misterius di sebuah foto dari misi Gemini pada 1966. Tak hanya itu, dari sebuah foto berusia 10 tahun, Waring mengklaim, ada penampakan batu mirip kepala Presiden AS Barack Obama di permukaan Planet Mars. Dia meyakini, itu adalah bagian dari sebuah patung. Mungkin dari 'peradaban' yang pernah menghuni Planet Merah.

Pareidolia
Sementara sejumlah ilmuwan tak mentah-mentah menolak kesimpulan yang diambil para 'ahli UFO'. Mereka berpendapat, klaim radikal tersebut adalah contoh sederhana dari efek pareidolia: fenomena psikologis yang cenderung mengenali bentuk akrab dalam gambar acak atau samar.
"Sebagian besar dari gambar-gambar itu kabur dan sulit dipahami. Itulah yang diunggah oleh mereka yang mengklaim menjadi saksi di Bumi," kata Nigel Watson, penulis manual investigasi UFO.

"Masalahnya, makin NASA menyangkal hal seperti itu, atau berusaha menjelaskan ke mereka, orang-orang justru berpikir, ada konspirasi, persekongkolan untuk menyembunyikan kebenaran, bahwa alien telah berkunjung ke Bumi.

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Kursor

Turbo

Calendar

Pengikut